www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
BK Benarkan Adanya Aduan Pedagang STC Terkait Pemberitaan Anggota Dewan
 
Kerja Sama Jatim-Riau Bukan Sekadar Dagang, HIPMI Bidik Industri Pengolahan Bernilai Tinggi
Kamis, 09 Juli 2026 - 07:38:28 WIB
Ketua Umum BPD HIPMI Riau, Migo Mufartha MoU misi dagang dengan HIPMI Jatim.(foto: barkah/halloriau.com)
Ketua Umum BPD HIPMI Riau, Migo Mufartha MoU misi dagang dengan HIPMI Jatim.(foto: barkah/halloriau.com)

PEKANBARU – Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Riau dinilai menjadi peluang strategis untuk mempercepat hilirisasi komoditas unggulan Riau.

Kerja sama antardaerah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan transaksi perdagangan, tetapi juga mendorong lahirnya industri pengolahan yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Riau menilai selama ini Riau masih identik sebagai pemasok bahan baku.

Padahal, provinsi ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai komoditas menjadi produk olahan yang memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun internasional.

Ketua Umum BPD HIPMI Riau, Migo Mufartha mengatakan, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Riau menjadi modal penting untuk membangun industri hilir yang lebih kuat.

"Selama ini Riau dikenal sebagai daerah penghasil komoditas. Ke depan, kita harus naik kelas dengan menghadirkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi," kata Migo, Kamis (9/7/2026).

Jangan hanya menjual bahan mentah, tetapi bagaimana komoditas itu diolah menjadi produk yang memiliki merek, kualitas, dan daya saing," sambungnya.

Menurutnya, sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, sagu, nanas, kelapa, kopi liberika, ikan patin, hingga madu sialang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Ia mencontohkan, kelapa sawit dapat diolah menjadi minyak goreng, produk oleokimia, hingga produk perawatan tubuh.

Sementara sagu berpotensi dikembangkan menjadi tepung premium, mi sagu, biskuit, dan berbagai produk pangan modern yang memiliki pasar luas.

Komoditas nanas juga dinilai memiliki prospek besar melalui pengembangan produk seperti keripik, selai, sirup, hingga minuman siap konsumsi.

Begitu pula ikan patin yang dapat dipasarkan dalam bentuk fillet beku, abon, bakso ikan, maupun makanan siap masak.

Di sektor perkebunan, kopi liberika Riau juga diyakini mampu bersaing di pasar kopi spesialti apabila didukung peningkatan kualitas pascapanen, pengemasan premium, dan penguatan identitas merek.

Sementara madu sialang memiliki peluang menjadi produk kesehatan premium dengan standar pengolahan dan kemasan yang baik.

Migo menilai kerja sama perdagangan dengan Jawa Timur harus dimanfaatkan lebih dari sekadar membuka akses pasar baru.

"Kerja sama ini jangan hanya dipandang sebagai peluang menjual produk ke Jatim. Justru ini harus menjadi batu loncatan agar produk unggulan Riau mampu menembus pasar di berbagai provinsi lain, bahkan pasar ekspor. Yang kita bangun adalah daya saing produk Riau," tegasnya.

Selain memperluas jaringan distribusi, kerja sama tersebut juga diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan, peningkatan kualitas produk, hingga terbentuknya kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

HIPMI Riau juga menilai pengusaha muda memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi sektor industri melalui inovasi produk, pengemasan modern, strategi branding, pemasaran digital, serta pemanfaatan teknologi.

Meski demikian, menurut Migo, keberhasilan hilirisasi tetap membutuhkan kolaborasi erat antara generasi muda dan pelaku usaha yang telah berpengalaman.

"Pengusaha muda membawa semangat inovasi dan keberanian menciptakan terobosan. Sementara para pengusaha senior memiliki pengalaman, jaringan, dan kebijaksanaan dalam membangun usaha," ucap Migo.

"Kolaborasi keduanya akan menjadi modal besar untuk melahirkan produk-produk unggulan Riau yang semakin kompetitif," tukasnya.

Ia berharap hasil Misi Dagang dan Investasi Riau–Jatim tidak berhenti pada peningkatan nilai transaksi semata, melainkan menjadi fondasi terbentuknya ekosistem industri pengolahan yang mampu memperkuat UMKM.

Juga, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, sekaligus mengangkat daya saing ekonomi Riau di tingkat nasional maupun global.

Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua BK DPRD Pekanbaru, Nofrizal (foto/int)BK Benarkan Adanya Aduan Pedagang STC Terkait Pemberitaan Anggota Dewan
Pemprov Riau dan HK cari jalan tengah soal angkutan CPO di Tol Pekanbaru-Dumai (foto/ist)Pemprov Riau dan HK Bahas Pembatasan Truk CPO di Tol Pekanbaru-Dumai
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.Plt Gubri SF Hariyanto Tekankan Kolaborasi Hadapi Ancaman Karhutla
  F-16 Lanud Roesmin Nurjadin turun pantau Karhutla di Riau (foto/int)Langit Riau Dipantau F-16, Lanud Roesmin Nurjadin Deteksi Dini Titik Karhutla
Pedagang STC Laporkan Firman ke BK DPRD Pekanbaru
Plt Gubri kirim personel Satpol PP penanganan Karhutla Siak (foto/int)Karhutla Riau Diantisipasi Sejak Dini, Hampir 50 Personel Satpol PP Dikirim ke Siak
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved