www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Hotspot di Riau Kembali Melonjak, Tembus 222 Titik
 
Ekspor Sawit Lewat Danantara Diprotes, Harga Anjlok Hantui Petani
Rabu, 20 Mei 2026 - 19:41:24 WIB
Ekspor sawit lewat Danantara diprotes.(ilustrasi/int)
Ekspor sawit lewat Danantara diprotes.(ilustrasi/int)

JAKARTA – Organisasi petani sawit nasional menyuarakan kekhawatiran serius terhadap kebijakan baru pemerintah terkait tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA).

Aturan yang mewajibkan ekspor melalui satu pintu dinilai berpotensi mempersempit akses pasar dan menekan harga di tingkat petani.

Ketua Umum Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, menilai dampak terbesar akan dirasakan petani sawit mandiri.

Ia menegaskan, berkurangnya jumlah pembeli efektif akan melemahkan kompetisi pasar.

“Dampak yang paling berat akan dirasakan petani sawit mandiri. Ketika jalur ekspor dipusatkan dan jumlah pembeli efektif berkurang, maka kompetisi pembelian CPO dan TBS akan melemah,” ujar Darto, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menekan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

Ia mengingatkan pengalaman perdagangan komoditas menunjukkan bahwa petani selalu menjadi pihak paling rentan saat akses pasar menyempit.

“Kalau akses pasar menyempit, margin paling bawah yang pertama kali dikorbankan adalah petani,” tegasnya.

POPSI juga menilai kebijakan ekspor satu pintu dapat memicu persepsi negatif di pasar internasional.

Terlebih, industri sawit saat ini tengah menghadapi tekanan regulasi keberlanjutan, termasuk kebijakan anti-deforestasi Uni Eropa (EUDR).

“Dunia internasional menuntut tata kelola yang transparan, akuntabel, dan dapat diverifikasi secara independen. Sentralisasi perdagangan berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap transparansi sawit Indonesia,” kata Darto.

Ia menambahkan, rantai bisnis sawit bersifat global dan kompleks, mulai dari perdagangan lintas negara hingga sistem compliance dan traceability yang ketat.

“Sentralisasi perdagangan sawit jauh lebih rumit dan berisiko dibanding komoditas lain di masa lalu,” ujarnya.

Organisasi petani mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan petani, koperasi, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil.

“Penguatan sawit berkelanjutan tidak dapat dibangun melalui monopoli perdagangan, tetapi melalui keterbukaan tata kelola, persaingan usaha yang sehat, dan perlindungan petani,” kata Darto.

Jika kebijakan tetap dijalankan, POPSI meminta jaminan tidak terjadi monopoli, praktik rente, maupun penyalahgunaan kewenangan.

“Kebijakan ini harus dibatalkan demi keadilan dan demokrasi ekonomi,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah baru yang mewajibkan ekspor SDA melalui BUMN khusus bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia.

Dalam pidato RAPBN 2027 di DPR, Presiden menegaskan tujuan kebijakan tersebut untuk memperkuat pengawasan ekspor serta meningkatkan penerimaan negara.

“Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat monitoring dan memberantas praktik under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan kebijakan ini diharapkan mengoptimalkan penerimaan pajak dan devisa negara dari sektor SDA.

“Kita tidak mau penerimaan kita paling rendah karena tidak berani mengelola milik bangsa sendiri,” tegasnya.

POPSI mengingatkan pemerintah agar tidak mengulang kegagalan tata niaga komoditas yang pernah terjadi.

“Sentralisasi perdagangan di masa lalu melahirkan ketimpangan, rente ekonomi, dan kehancuran di tingkat petani,” kata Darto.

Ia menegaskan kebijakan ekspor baru tidak boleh berubah menjadi alat monopoli yang hanya menguntungkan segelintir elite.

Sumber: cnbcindonesia.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi hotspot di Riau meningkat (foto/int)Hotspot di Riau Kembali Melonjak, Tembus 222 Titik
F-16 Lanud Roesmin Nurjadin turun pantau Karhutla di Riau (foto/int)Langit Riau Dipantau F-16, Lanud Roesmin Nurjadin Deteksi Dini Titik Karhutla
Pedagang STC Laporkan Firman ke BK DPRD Pekanbaru
  Ketua BK DPRD Pekanbaru, Nofrizal (foto/int)BK Benarkan Adanya Aduan Pedagang STC Terkait Pemberitaan Anggota Dewan
Pemprov Riau dan HK cari jalan tengah soal angkutan CPO di Tol Pekanbaru-Dumai (foto/ist)Pemprov Riau dan HK Bahas Pembatasan Truk CPO di Tol Pekanbaru-Dumai
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.Plt Gubri SF Hariyanto Tekankan Kolaborasi Hadapi Ancaman Karhutla
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved