PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten Pelalawan memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang sedang hamil dan menyusui selama status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 800.1/2026/BKPSDM/2 tertanggal 25 Agustus 2026 tentang Work From Home (WFH) bagi ASN yang sedang hamil dan menyusui.
Surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pelalawan, Tengku Zulfan tersebut ditujukan kepada para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Dalam surat tersebut disebutkan, kebijakan WFH diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pelalawan Nomor KPTS.300.2.1/BPBD/2026/667 tanggal 24 Agustus 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Pelalawan Tahun 2026.
"Kami menilai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat berbahaya bagi kesehatan, khususnya bagi janin serta dapat memengaruhi kualitas air susu ibu (ASI). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat berbahaya bagi kesehatan janin serta kualitas ASI," kata Sekda Pelalawan, Tengku Zulfan, pada media ini, Rabu (26/8/2026).
Melalui kebijakan itu, pimpinan perangkat daerah diminta memberikan izin kepada ASN yang sedang hamil dan menyusui agar dapat melaksanakan pekerjaan dari rumah selama penetapan status tanggap darurat bencana karhutla berlangsung.
Para pimpinan perangkat daerah juga diminta mengirimkan daftar nama ASN yang mendapatkan kebijakan WFH tersebut kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pelalawan melalui Bidang Pembinaan dan Kinerja Aparatur.
Surat tersebut ditembuskan kepada Bupati Pelalawan dan Inspektur Daerah Kabupaten Pelalawan.
Kebijakan WFH ini menjadi salah satu langkah Pemkab Pelalawan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap kelompok yang dinilai lebih rentan, khususnya ASN perempuan yang sedang hamil dan menyusui, di tengah kondisi karhutla yang menyebabkan kualitas udara terdampak asap.